Kamis

Poison Arrow Frog





Poison Arrow Frog Mereka adalah satu2nya hewan yang dikenal bisa membunuh manusia hanya dengan "SENTUHAN"
Racunnya terletak di bukan di taring atau lidahnya...
tetapi di kelenjar kulitnya.
Touch it and you will be dead....
Poison Arrow Frog kodok2 ini bisa melompat sejauh 2 meter tingginya.

The Cone Snail



The Cone Snail
bentuknya emang indah.... dan sepintas sangat tidak lah berbahaya. TAPI jgn salah dolo, dengan racun dari sengatnya (ujung pangkal mulutnya, yang tajam itu loh) yang bisa ditembakan kayak panah HARPOON, Bisa mengirimu ke alam baka hanya dalam waktu 4 MENIT.
Death Express......

saking ebatnya, tembakan panahnya bisa menembus baju Selam yang tebal sekalipun

Syaraf2 akan menjadi malfungsi, korban akan jatuh kedalam keadaan "beku" dimana tak ada otot yang bisa di gerakan.

Saking dashyat nya, racun binatang ini di kembangkan oleh CIA untuk senjata pelumpuh.

Senin

Arti kode-kode pada ban mobil



Ketika Kamu hendak membeli ban mobil, tukang ban paling menyebut ring dan lebarnya berapa? Padahal, di dinding ban, terutama sisi luar, banyak tulisan maupun kode. Semua itu mengandung arti, lebih tepatnya identitas dari si karet bundar itu sendiri.

Bahayanya, Kamu gak tahu kalau ban itu diproduksi tahun berapa. Padahal, tertulis di sisi pinggirnya. Termasuk juga batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan. Masih banyak Arti kode-kode pada ban mobil, mari simak di bawah ini.


1. 215/50 ZR17 95W
Angka dan huruf ini menandakan profil dan kecepatan yang diizinkan. 215 = lebar tapak ban yang menempel ke permukaan jalan, dihitung dari ujung kedua sisi. 50 = ketinggian dinding ban (biasanya ada yang 45, 55, 60 sampai 70). Kalau dalam milimeter perhitungannya, 50 tadi merupakan persentase dari tapak ban. jadi, 50% x 215 menghasilkan (dibulatkan) 106 mm. Adapun ZR17 menunjukkan diameter lingkar roda alias velg. Populer disebut ring 17. 95W = Angka sebagai indeks berat maksimal yang dapat dipikul oleh ban, sedangkan W menunjukkan batas kecepatan maksimal 270 km/jam yang dibolehkan. Kemudian kode lainnya, S=180 km/jam, M=130 km/jam, N=140 km/jam, P=150 km/jam, Q=160 km/jam, R=170 km/jam, S=180 km/jam, V=240 km/jam, T=190 km/jam, U=200 km/jam, dan H=210 km/jam.

2. Manufactured dan Brand
Produsen ban dan nama produknya

3. Made in (Indonesia) dan SNI (Indonesia)
Negara pembuat dan ban sudah melewati batas standardisasi yang ditetapkan di negara sendiri.

4. Logo Segitiga atau TWI (Tread Wear Indication)
Batas pemakaian ban. Biasanya jika diteruskan dengan menarik garis ke arah tapak ban, maka akan ada tanda lainnya, berupa bar yang menghubungkan antarkembang ban. Ketika sudah saling berhubungan, berarti ban sudah tergolong botak dan harus cepat diganti.

5. Racikan Ban
Contohnya, Plies:Tread 2 Polyester 2 DSteel I Nylon, Sidewall 2 Polyester yang bisa menunjukkan kalau tapak terdiri dari 2 polyester, 2 steel dan 1 nylon, sedangkan bagian dinding ban hanya 2 polyester.

6. Production Date
Tanggal pembuatan yang dicetak dalam bentuk lonjong atau elips. Sebanyak 4 angka terakhir di dalam bidang itu menunjukkan ban diproduksi dengan rincian, 2 angka terakhir tahun produksi dan 2 angka awal (di depannya) minggu ke berapa (dalam satu tahun).

7. E Mark
Di beberapa ban, tanda ini menunjukkan di negara mana saja bisa diterima. Semisal E1 bisa diterima di Jerman, E2 Perancis, E3 di Italia, atau E4 Belanda.

8. Kompon Ban
Untuk ban ada jenis komponnya, yakni SS (super soft), S (soft), M (medium), MH (medium hard), dan H (hard). Ban dengan kompon S lebih mencengkeram ke aspal, tetapi lebih cepat aus. Terlebih cara mengemudi tergolong kasar.


Perbedaan Kijang Innova dengan Kapsul



Sistem injeksi bukan lagi teknologi baru, tetapi sudah digunakan semua mobil yang diproduksi di Indonesia saat ini, mulai dari yang paling mewah sampai terendah. Untuk Kijang, Innova adalah generasi pertama yang menggunakan sistem injeksi. Saudara tuanya, Kijang "Kapsul", masih mengandalkan karburator. Inilah salah satu faktor
Perbedaan Kijang Innova dengan Kapsul yang menyebabkan Innova lebih irit konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan "Kapsul".

Karburasi. Pada mesin yang masih mengandalkan sistem karburasi (alatnya disebut karburator), bensin dipasok ke dalam mesin berdasarkan isapan piston. Saat mesin melakukan langkah isap atau piston bergerak dari atas (titik mati atas, TMA) ke bawah (titik mati bawah atau TMB) dan katup isap terbuka, udara dari luar disedot ke dalam mesin. Udara ini mengalir melalui belalai (saluran masuk), saringan udara, karburator, saluran isap, dan terus ke dalam mesin.

Tugas karburator mencampur bahan bakar dan udara. Cara mencampurnya, saat udara lewat karburator yang mengalir pada kecepatan tinggi—karena adanya efek venturi atau penyempitan—bensin yang berada di ruang pelampung tersedot melalui spuyer (lubang-lubang berukuran jarum). Selanjutnya, dalam perjalanan dan sampai di mesin, udara bercampur membentuk kabut dan menjadikannya lebih mudah dibakar.

Injeksi. Pada sistem injeksi, cara memasok atau mendapatkan udara sama dengan mesin yang masih menggunakan sistem karburasi. Tepatnya, udara diisap ketika piston di dalam mesin bergerak dari atas ke bawah. Perbedaannya ada pada cara mencampur dan memasok bensin.

Di sini, bensin tidak disedot oleh udara yang mengalir dengan cepat, tetapi disemprotkan oleh injektor. Pada mesin Innova, bensin disemprotkan ke dekat katup isap. Di sinilah untuk pertama kali bensin dan udara bercampur. Selanjutnya, percampuran atau hubungan lebih akrab terjadi di dalam mesin.

Injektor yang digunakan untuk menyemprot bensin dipasang di saluran isap dan hasil semprotannya diarahkan ke dekat katup isap. Agar bensin bisa dinjeksi dengan tekanan kuat sehingga terbentuk pengabutan, digunakan pompa tekanan tinggi. Dalam hal ini, mesin menggunakan dua pompa, satu di tangki, dan satu lagi di ruang mesin.

Injektor. Injektor, cara kerjanya sama dengan jarum suntik. Ada bagian yang bergerak naik-turun dan disebut plunyer. Di ujung plunyer ada jarum yang menutup lubang nosel ketika tidak bekerja.

Bila arus listrik dialirkan oleh komputer ke injektor (ke solenoid), plunyer tertarik, jarum ikut terangkat dari dudukannya. Hasilnya, bensin yang berada di dalam injektor menyemprot keluar. Ini bisa terjadi karena bensin yang ada di dalamnya bertekanan.

Injektor dipasang pada rel bahan bakar bersama injektor untuk silinder lainnya. Jadi, satu silinder menggunakan satu injektor. Karena itu pula, metode ini disebut multipoint injection.

Bensin yang berada di dalam rel terus ditekan oleh pompa. Agar tekanan konstan dan tidak boleh terlalu tinggi, pada rel dilengkapi pula dengan kontrol tekanan (pressure regulator). Bila tekanan terlalu tinggi, bensin dikembalikan ke tangki.

Jumlah bensin yang disemprotkan ditentukan berdasarkan lama injektor membuka. Pada putaran rendah, jumlah bensin yang diperlukan sedikit, waktu injektor menyemprotkan bensin lebih singkat. Sebaliknya, pada putaran tinggi, waktu menyemprotkan bensin lebih lama.

ECU. Dalang yang mengatur atau memerintahkan injektor bekerja atau diam adalah komputer mesin yang disebut juga engine control unit (ECU). Untuk mengatur lamanya injektor membuka, komputer melakukannya berdasarkan informasi dari bagian lain.

Bagian lain itu antara lain gerakan pedal gas yang diinjak oleh pengemudi (sensor pedal gas), posisi katup gas (throttle body), sensor aliran udara, posisi poros kem, poros engkol atau kruk as, sensor air pendingin, knock sensor dan sensor oksigen. Dengan berbagai parameter itulah, komposisi campuran udara dan bahan bakar dijaga tetap maksimal dan menjadikan konsumsi pemakai bahan bakarnya jadi tidak boros.

Sebagai contoh, oksigen sensor yang mulai diperkenalkan pada mesin Innova 2007 akan menjaga komposisi campuran udara dan bensin 14,7 : 1. Atau, kalau perlu tenaga, itu sedikit diperkaya saat akselerasi.

Nah, pada mesin tanpa sensor oksigen, hal tersebut tidak bisa dilakukan. Soalnya, informasi hasil pembakaran tidak diketahui. Ini pula yang membuat Innova keluaran terakhir lebih irit dan emisi gas buangnya juga ramah lingkungan dengan standar Euro-2.

Honda Karisma di sulap Jadi Bebek Streetfighter



Setengah tidak percaya, tampilan Honda Karisma berubah total tanpa menyisakan sedikit pun identitas aslinya. Ada dua kekuatan dari moge ternama asal dua benua yang telah menjadi kekuatan menonjol. Dengan demikian, dari bentuk aslinya yang 'Karisma' (kalem dan lembut) menjelma jadi galak (streetfighter).

Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport (JMS) yang memodifikasi bebek ini menamakan hasil karyanya Shiva (baca: Siwa). Ia mengartikannya god of creation. Patut diacungi jempol buat sang pemodifikasi.

Di sini, ciri bebek streetfighter ditonjolkan Budi lewat kekuatan tulang yang kekar. Terutama di backbone yang menggunakan pipa tubular ala Ducati Monster, dipadu dengan lengan ayun (swing arm) tunggal dari Veltermoto (Italia). Untuk kaki-kaki, "Velg full set punya NSR 150 SP. Supaya senada, peranti kenyamanan alias shock juga pakai NSR," papar builder yang doyan fitness ini.

Sensasi garapan Budi tak cuma itu. Lirik hasil racikan bodywork motor ini. Mulai dari buritan, diambil dari model Yamaha R6 sesuai dengan dimensi Karisma. Termasuk lampu belakang, juga dari R6.

Unsur poser masih kentara di motor custom ini, terutama dalam mendesain tangki di bawah jok, yang dibikin lubang pemantau seperti akuarium. Kata Budi, ini agar bisa melihat isi tangki kotor atau tidak.

Paling unik, pijakan kaki belakang mengadopsi dari Kawasaki trail KX200 atau KX125. Kemudian, ada indikator penunjuk kecepatan, temperatur, waktu, dan stopwatch model digital dari motor Italia, Aprilia.

Memang, tidak salah kalau Budi menamakan Shiva untuk hasil tangan terampilnya ini. Fredy Wongkar, sebagai pemilik Honda Karisma, tidak keliru menjatuhkan pilihan pada JMS untuk merombak bebek warisan dari orangtuanya

Kamis

Kisah Nenek pemungut daun


Ini ada kisah menarik dari sebuah buku yang saya baca. Semoga menjadikan kita semakin mencintai Nabi Muhammad, Rosululloh saw. Alloh huma sholi ala Muhammad wa ala ali Muhammad.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah isapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya� merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

Sungguh Cepatnya Engkau Menjawabnya


Hpku tiba-tiba berdering, menandakan ada SMS yang masuk. Setelah kulihat nama pengirimnya, tertulis nama Dina. Ku lanjutkan membaca pesannya "Mas, apa kabar?oya, aku mau ngomong sesuatu tapi aku malu Mas..."katanya. " Nggak usah malu dek, ngomong ja.meski baru kenal, adik sudah ku anggap saudara sendiri..."balasku. Dia membalasnya" Ayahku pergi ke Jakarta, bisa nggak kalau Mas ngirimi aku pulsa. nanti saya ganti setelah ayah balik dari Jakarta". Entah kenapa seketika itu juga hatiku bertanya-tanya dan merasa aneh,kok bisa-bisanya dia minta kiriman pulsa padahal kita baru beberapa hari kenal dan itupun dikenalin seorang teman ewat SMS. Lama sekali SMS itu tidak ku balas meskipun HP masih berada di genggaman. Hatiku masih bertanya-tanya dan berusaha membuatnya berpikiran positif. Dalam kondisi masih bingung, dia membalasnya" Kalau Mas tidak bisa, tidak apa-apa.maaf ganggu..." katanya. Dan seketika itu juga ku balas " Ya sudah nanti saya kirimi". Meskipun sudah memberi jawaban seperti itu, hatiku masih ragu dan terus berpikir, kenapa dia seperti itu padahal baru kenal.

Dan dalam proses berpikir tersebut, tiba-tiba ku tersentak dengan mengingat satu ayat dalam Al-Qur'an"Apakah kau mengira bahwa kau telah dikatakan beriman, sebelum Allah menurunkan ujian-ujian padamu" dan sebuah kata bijak "Rejeki itu milik Allah, bukan milikmu. Jika kau meringankan beban orang lain tanpa ragu dan tunda-tunda maka Allah akan meringankan bebanmu tanpa kau duga-duga". Setelah itu, hatiku tiba-tiba sadar dan yakin bahwa Allah pasti berada di balik semua ini dan ingin menguji atas rejeki yang ku miliki. Dan hatiku tiba-tiba lega.

Beberapa saat kemudian, hpku berdering lagi. bukan SMS dari seseorang yang masuk melainkan ada laporan bahwa ada transferan pulsa ke hpku. Ku bingung karena yang ngirim itu bukan nomor yang ku kenal. Untuk konfirmasi, akhirnya ku kirim SMS pada nomor yang mentransfer itu. Dan spontan dibalas" Maaf, tadi saya salah kirim. Tapi tidak apa-apa, itu buat Anda saja". Setelah mendapat jawaban SMS itu, tak terasa air mengalir hangat dipipiku. Ku terharu sekaligus tak percaya atas semua yang terjadi. Dengan spontan pula, mulutku berucap"Allahu Akbar...allahuakbar...allahuakbar..." sekaligus beristighfar karena beberapa saat yang lalu ku meragukan sesuatu kehendak Allah. Sungguh, ketika hatiku bimbang dan ragu, Allah menjawabnya dengan cepat. Dia menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi pada manusia adalah KehendakNya. Rejeki adalah milikNya sehingga kita tidak boleh ragu untuk meringankan beban orang lain meskipun orang itu baru kita kenal dan tak kenal sekalipun karena Dialah yang akan menjaga diri dan harta kita. Allahuakbar...

keajaiban Dunia


Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang sholihat dan patuh pada kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"

Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!"

Si wanita terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dan kecewa.

Pada suatu hari yang naas perdagangan lelaki ini jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tak lama sesudah habis masa iddahnya bekas istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup berbahagia. Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?" Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, "Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu? Dia adalah suamiku yang pertama dulu".

Mendengar keterangan istrinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, "Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".

Sangat Luasnya neraka

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya."

Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam." Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."

Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: yaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing pintu?" Jawab Jibril:
"Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua
tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi'in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa'eir."

Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?" Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat."

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu."

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab "Peringatan Bagi Yg Lalai")

Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:

  1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
  2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
  3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
  4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
  5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
  6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
  7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
  8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
  9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat.
  10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
  11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.

Wallahua'lam.

Cahaya Lampu dan kabel


"SAYANG, ayo kita shalat. Tuh dengar adzan telah berbunyi," ujar seorang ibu kepada anaknya yang tengah asyik nonton televisi. "Sebentar lagi dong, ini lagi seru-serunya," jawab sang anak. Ibu itu kemudian mendekat, "Sayang, tidak baik menunda-nunda shalat. Ini kan haknya Allah. Ayo matikan tivinya!" "Iya deh," jawab sang anak sambil beranjak dari tempat duduk. Ia terlihat sangat kecewa karena harus meninggalkan televisi.

Selama di kamar mandi, si anak terus menggerutu. "Ah..Ibu, tiap hari menggangu saja. Lagi enak-enaknya nonton disuruh shalat. Lagi seneng- senengnya main disuruh shalat. Lagi nyeyak tidur disuruh shalat. Harus baca Quran lah. Harus ikut pengajian lah. Harus ini � harus itu �! Bikin pusiiiing.

* * *

SELEPAS shalat berjamaah, anak itu bertanya dengan nada protes. "Bu, kenapa sih kita harus shalat, harus puasa, harus baca Al-Quran, dan harus belajar? Bukankah itu mengganggu kesenangan kita? Lagi pula, menurut saya, semua itu tidak ada gunanya, tidak mendatangkan hasil." Si Ibu sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Ia pun terdiam beberapa saat. Ada sedikit kemarahan yang muncul dalam hatinya. Tapi ia segera sadar bahwa yang bertanya adalah anak kecil, yang belum tahu apa-apa selain main dan bersenang-senang.

Sang Ibu beranjak mengambil sebuah lampu yang menempel di dinding kamar anaknya. Sesaat kemudian ia berkata, "Anakku sayang, kamu lihat lampu ini. Ia begitu indah. Bentuknya lonjong dengan dindingnya terbuat dari kaca yang bening. Tiap malam engkau bisa belajar, mengerjakan PR, dan nonton televisi, salah satu sebabnya karena diterangi lampu ini."

"Sayang, tahukah kamu mengapa lampu ini bisa menyala?" lanjut si Ibu. "Ya, karena ada energi listrik yang berubah jadi cahaya," jawab sang anak. "Benar sekali jawabanmu. Lalu apa yang menyambungkan lampu ini dengan sumber listrik tadi?" tanya si ibu lebih lanjut. Sang anak pun menjawab dengan pasti, "Yang menyambungkan lampu dan sumber listrik adalah kabel." "Pintar sekali kamu," timpal si Ibu memuji.

"Nah, sekarang kamu pasti tahu, bila tidak ada kabel pasti lampu ini tidak akan nyala dan kamar ini pasti gelap. Bila demikian, ia tidak akan ada manfaatnya lagi, dan kamu tidak bisa belajar dan nonton tivi."

Sang Anak belum paham mengapa ibunya menceritakan lampu itu kepadanya. "Apa maksud Ibu?" tanyanya kemudian.

Ibu itu kembali berkata, "Anakku sayang, Allah itu sumber cahaya dalam hidup. Kita adalah lampunya. Ibadah yang kita lakukan menjadi kabel atau tali penghubungnya. Ibadah dapat menghubungkan antara Allah dengan manusia, tepatnya antara Allah dengan kita. Bila tidak mau beribadah, hidup kita akan gelap. Kita akan tersesat dan takkan berguna sedikit pun, seperti tak bergunanya lampu yang tak bercahaya." Ibu itu melanjutkan, "Jadi, shalat, bersedekah, membaca Al-Quran, ataupun belajar adalah kabel yang akan menghubungkan kita dengan Allah."

Mendengar semua itu, sang anak tampak tertegun. Dalam hatinya timbul penyesalan akan sikapnya yang selalu menganggap remeh ibadah. Ia pun berkata, "Kalau begitu aku tidak akan meninggalkan shalat lagi dan akan membaca Al-Quran tanpa harus disuruh. Bu, maafkan saya ya!"