Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modifikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis

Aprilia RS 125 & skuter Scarabeo 200 telah hadir di Indonesia


Duo Aprilia, yaitu motor sport RS 125 dan skuter Scarabeo 200 dari Piaggio Spa, Italia, hari ini diperkenalkan oleh PT Sentra Kreasi Niaga di Sentul, Bogor, Jawa Barat kepada wartawan. Keduanya, adalah kendaraan bermotor roda dua mewah karena harganya dipastikan akan membuat sebagian besar masyarakat umum di Indonesia akan mengatakan, “woow..!

Pasalnya, menurut Nugroho Tjandrakusuma, direktur PT Sentra Kreasi Niaga yang merupakan anak perusahaan dari Sun Motor, Aprilia RS 125 ditawarkan Rp 89.500.000 pada kondisi off-the road. Kalau ditambahkan pajak, sekitar Rp 100 juta. Sedangkan skuter Aprilia Scarabeo 200 dengan mesin 180,8 cc, dijual seharga Rp 52 juta (on the road).

Karena itu jangan heran, target pasar mereka juga tidak muluk-muluk. Untuk Aprilia RS 125, Nugroho mematok 50 unit/tahun, sedangkan skuter Scarabeo 70 unit.

“Kita hanya memperkenalkan dulu kepada masyarakat Indonesia bahwa produk Piaggio masih ada. Konsumen Aprilia memang khusus. Mereka menggunakan motor bukan sebagai alat transportasi seperti mayoritas konsumen motor Indonesia, tetapi juga menunjukkan jati dirinya. Selera mereka berbeda,” komentar Nugroho. Dan tentu saja, karena harganya mahal, status konsumen juga jelas berbeda dan mereka bukan orang kebanyakan.

Aprilia RS 125 langsung diimpor CBU dari Italia. Sedangkan Aprilia Scarabeo 200 dari China. “Kendati demikian, kualitasnya ditentukan oleh Aprilia Italia,” ungkap Nugroho lagi.

Khusus untuk Aprilia RS 125 karena harganya mahal, target pasarnya khusus. “Kami mengincar mereka yang ingin jadi pembalap. Selama ini mereka cuma menggunakan motor bebek. Kalau ingin seperti pembalap internasional, harus menggunakan Aprilia yang sudah terbukti kehebatannya,” imbu Nugroho yang didampingi oleh perwakilan Aprilia, Gianluca Luzzi.

Dijelaskan pula, dengan dipasarkannya Aprilia RS 125, PT Sentra Kreasi Niaga akan mengadakan semacam “coaching clinic” . Terutama bagi mereka yang membeli motor ini untuk membalap. Ditambahkan, meski Aprilia RS 125 adalah motor balap, juga bisa digunakan sehari-hari.

“Sudah diset oleh pabriknya agar bisa digunakan untuk kondisi lalu lintas umum,” tambah Nugroho. Kendati menggunakan mesin 2 –langkah, Aprilia RS 125 telah memenuhi standar Euro-3. Sedangkan Scarabeo menggunakan mesin empat langkah berpendingin air.

Aprilia RS 125

Motor sport ini dibanderol seharga Rp 89 juta etzzzzz tenang dulu bro kalo udah kena dengan pajak bisa mencapai Rp 99 juta....weeeeekssss...

Roda belakang menggunakan tubeless radial berukuran 150/60 17 inci.
Motor sport berkapasitas 125 cc ini meminum bensin 14 liter di tankinya.
Roda depan menggunakan tubeless berukuran 110/70 17 inci.
RS 125 merupakan sebuah legenda dunia balap dunia yang kehadirannya pasti di tunggu baNgetzz oleh para penggila kecepatan di tanah air.

Aprilia Scarabeo


Skutik ini dibanderol 46,8 juta off the road di Jakarta. Jika sudah termasuk pajak bisa mencapai Rp 52 juta.waduhhh,,,kalo di tambah sama Cewenya jadi berapa iya????

Skutik ini cocok dikendarai di Jakarta.

Headlamp khas Scarabeo. Walaupun dibanderol dengan harga yang lumayan tinggi, produsen Aprilia yakin skutik ini dapat diterima dengan baik oleh para pecinta otomotif di Indonesia.

Penunjuk speedometer dan display lain di kepala Scarabeo.
Bodi belakang skuter Scarabeo.

Rabu

Bila Setir Bergetar, Saatnya Balancing dan Spooring



Lagi enak-enak mengendarai mobil tiba-tiba Anda merasakan getaran hebat pada kemudi mobil Anda, apalagi saat mobil tengah melaju 80 km per jam dan sangat mengganggu perjalanan anda.

Atau apakah Anda merasakan suatu guncangan hebat dalam mobil setelah berpapasan dengan bus atau mobil besar lainnya pada kecepatan tinggi.

"Jangan menganggap sepele hal ini, meskipun dibiarkan akan mengakibatkan kerusakan pada spare part mobil anda. Ketahuilah, penyakit dari semua itu kuncinya pada keselarasan (spooring) dan keseimbangan (balancing) roda serta piranti kemudi (setir) sebagai pengendali gerakan mobil," kata Rudi Suryadi selaku kepala mekanik Oto Roda di jalan IR. H. Juanda No. 84 Ciputat, Tangerang, kepada detikOto, akhir pekan lalu.

Biar mobil mulus lagi jalannya, sebaiknya dicek terlebih dahulu semua kondisi ban dan pelek, pengecekan bagian suspensi, hubungan pada setiap sambungan kaki-kaki. Kemudian lakukan perbaikan balancing dan spooring.

Pengecekan ban sebelum di-balancing dimaksudkan untuk mengetahui rotari ban. Ban yang tidak seimbang/balance akan membuat setir kemudi mobil anda menjadi bergetar, dan kemungkinan membuat ban menjadi cepat aus bahkan dapat merusak suspensi kendaraan.

"Biasanya getaran ini terjadi di atas 80 km per jam. Jadi balancing ban mobil anda secara rutin," ujar Rudi.

Dan untuk melakukan spooring dilakukan jika terasa kemudi membuang ke satu arah ke kanan atau ke kiri.

Kegiatan spooring harus dilakukan agar poros titik kelurusan ban mobil tetap terjaga. "Selain itu Spooring perlu dilakukan supaya keausan ban merata dan memberikan kestabilan pengemudi," ujar Rudi.

"Pastikan kaki-kaki mobil benar-benar dalam kondisi siap jalan. Jangan biarkan hal ini terjadi pada mobil anda," tambahnya

Tips Agar Toyota Kijang Innova tetap Irit BBM

Toyota Kijang Innova, dengan imagenya yang boros BBM, segera ditepis oleh komunitas Innova. Komunitas ini melakukan beberapa modifikasi agar tunggangan mereka tetap efisien dan hemat BBM.

Untungnya, Innova community dengan murah hari mau membagi-bagikan ilmunya pada kita, sehingga Innova kesayangan kita tetap dapat sering digunakan tanpa khawatir masalah BBM.

Menurut Andi, salah satu perwakilan dari Innova Community, hal dasar yang perlu diperhatikan dalam memperbaiki kinerja mesin Gasoline untuk mencapai efisiensi BBM yang lebih baik adalah dengan melakukan perbaikan torsi/pumping power pada RPM rendah, sehingga mobil bisa melakukan pergantian gigi lebih awal tanpa harus membuat mesin berputar ke RPM yang lebih tinggi.

"Hal umum yang banyak dilakukan biasanya dengan membuat AFR sedikit lebih rich (slightly rich) dengan tujuan memperbaiki Torsi pada RPM rendah. Tapi sedikit lebih rich saja ya, jangan sampai kelewat rich,"

Andi menambahkan, mengingat kondisi mesin pada tiap-tiap mobil berbeda, maka idealnya setting AFR juga diikuti dengan pengamatan terhadap warna ujung elektroda busi.

Selain itu juga dengan memajukan timing pengapian agar mesin bisa mesin bisa mencapai thermal efficiency yang lebih baik.

Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki pumping power / mengurangi pumping loss yang diakibatkan mekanisme throttle.

Salah satunya bisa dilakukan dengan cara menambah suplai udara ke intake antara Throttle Body dan Cyl head, hanya saja debit udara yang masuk harus benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan mesin.

Kecepatan aliran udara yang menuju mesin / intake manifold juga sangat penting, demikian juga suhu udaranya. Cara untuk membantu mempertahankan kecepatan aliran udara menuju mesin ada bermacam macam, yang terpenting adalah metode yang diterapkan tidak boleh menimbulkan hambatan pada RPM tinggi.

Demikian penjelasan Andi mengenai salah satu cara auntuk melakukan efisiensi dan penghematan bahan bakar pada Innova kesayangan. Untuk lebih jelasnya bisa langsung menghubungi dedengkotnya Innova Community, Kicky di nomor 0818922726

Agar Cat Mobil Tetap Cemerlang


Menjaga mobil tetap bersih dengan mencuci secara teratur akan membuat mobil anda terlihat lebih Cemerlang dan sekaligus mempertahankan cat pada bodi tetap dalam kondisi yang baik.

Namun bagaimana memberlakukan tampilan bodi mobil anda bilamana cat baru saja selesai dibaluri pada bodi mobil anda.

Haruslah diketahui bahwa ada beberapa hal mendasar yang seharusnya anda perhatikan ketika anda mencuci mobil dengan cat yang baru saja selesai dikerjakan. Yakni:

  1. Bila bodi mobil anda berdebu jangan sesekali dibersihkan menggunakan kemoceng agar tidak baret pada cat bodi mobil.
  2. Disarankan untuk menyiramkan air bersih keseluruh bodi mobil barulah keringkan dengan menggunakan kanebo yang berbahan lembut yang cepat menyerap air.
  3. Usahakan bila anda mencuci bodi mobil jangan menggunakan sampoo mobil atau sampoo lainnya dalam kurun waktu 1 bulan setelah pengecatan. Perlakuan ini harus diterapkan karena bodi mobil yang baru saja di cat akan rusak karena kandung zat kimia sampoo.
  4. Ketika bodi mobil anda terkena air hujan, segera cuci kendaraan anda dengan air bersih agar cat bodi mobil awet. Karena tingkat keasaman air hujan sangat tinggi, sehingga dapat merusak warna bodi.

Minggu

Suzuki Grand Vitara 2.4L Sangat Rigit dan Irit


Sekalipun baru dipasarkan April mendatang, pihak PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), selaku ATPM Suzuki mobil merasa yakin kalau Grand Vitara 2.4 mampu bersaing dengan kompetitornya, baik dari brand Amerika maupun Jepang yang sudah lebih dulu melenggang di pasar tanah air. Keyakinan SIM karena didukung keunggulan SUV baru mereka yang tidak dipunyai pesaingnya.

Kendati dari sisi eksterior, Grand Vitara 2.4L ini merupakan minor change dari model sebelumnya yang 2.0L. Sehingga tak ada perbedaan mencolok, meski tampilan gril dan bumper depan sudah lebih sporty. Perubahan lain, melipat kaca spion yang sudah dilengkapi sein, dilakukan secara elektronik.

Lampu utama menggunakan HID (high intensity discharge) projector yang dilengkapi fitur auto leveling dan auto headlamps. Jadi, posisi lampu akan mengatur secara otomatis ketika terjadi perubahan pada bodi (karena membawa penumpang atau beban). Trus, lampu akan menyala dengan sendirinya saat pencahayaan di luar mulai berkurang (sedikit gelap). Ini keunggulan dari Grand Vitara 2.4L yang tak dipunyai kompetitornya.

LEBIH IRIT DAN RIGIT
Untuk mesin, adanya peningkatan kapasitas dari 2.000 cc, secara logika, seharusnya dengan 2.400 cc pasti lebih boros. Ketika Kompas.com melakukan test drive dengan rute Yogyakarta-Salatiga-Semarang melewati kawasan wisata nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah yang sarat tanjakan dan belokan, konsumsinya 11,8 km/liter.

Sementara ATPM mengklaim 12,6 km untuk transmisi manual, lebih jauh 3,6 km dibanding dapur pacu 2.000 cc untuk 1 liter (transmisi manual). Lebih iritnya mesin 2.400 cc 16V 4-inline ini, menurut Bebin Djuana didukung manajemen engine. ”Jadi, mesin ini memang dibikin untuk Grand Vitara 2.4. Di Jepangnya sendiri baru dilaunching sekitar 10 bulan yang lalu,” tegas Deputy GM Marketing 4W Brand II PT SIM itu.

Manajemen mesin yang dimaksud, menurut Bebin di antaranya program ECU (engine control unit) dan VVT (variable valve timing). Teknologi terakhir ini yang mengatur buka-tutup katup sesuai dengan kondisi kerja mesin. Dengan begitu, kerja mesin menjadi lebih efisien.

Yang menjadi tanda tanya, kenapa Vitara baru ini memakai mesin inline? Kok, bukannya V6 yang vibrasinya lebih halus dari mesin inline. Namun dari bobot, inline lebih ringan. Dan pertimbangan Grand Vitara pakai mesin inline, menurut Bebin untuk menekan biaya produksi. Untuk mengurangi getaran pada inline sudah dikasih balancer shaft.

Selain mesin, pada bagian kaki-kaki juga mendapat penyempurnaan. Paling nyata, pemakaian velg yang lebih besar dari R17 menjadi R18. Untuk sistem suspensi, ”Secara teknis, sistemnya tidak berubah. Hanya pada desain ulir (coil spring) dan sokbrekernya. Lalu, pada dudukan gardan belakang pakai braket hidraulis dan yang depan lebih diperkuat (reinforced). ”Sehingga mobil menjadi lebih rigit di tikungan,” bilang Bebin.

Masih dari kaki-kaki, untuk sistem penghenti laju, keempat roda sudah dilengkapi disc brake 4 ventilasi ditambah ABS, EDB dan BA.

Untuk interior hampir tak ada beda sama pendahulunya. Kecuali Multi Information Display (MID) menyatu dengan isntrumen indikator. Sementara jam yang sebelumnya berada di tengah dipindahkan ke head unit.





APV Luxury Versi Alphard



PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), ATPM Suzuki di Indonesia, hari ini meluncurkan APV versi mewah dengan perubahan utama pada eksterior. Varian baru ini diberi nama “Luxury”, merupakan peningkatan dari versi paling top dari APV Arena, yaitu SGX.

Menurut Endro Nugroho, Direktur Pemasaran PT SIS, keputusan untuk memasarkan APV Luxury karena cukup banyak permintaan konsumen terhadap APV modifikasi khusus yang dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) tahun lalu. APV mewah hasil modifikasi itu merupakan hasil karya AutoSpot di bawah pimpinan Edwin Adjisatryo.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com—juga sudah menulis APV modifikasi tersebut—hanya sebagian kecil dari konsep modifikasi AutoSpot yang diaplikasikan pada Luxury. Hal itu bisa dimaklumi karena ada beberapa aspek yang tidak bisa diaplikasi pada produk massal. Kemudian, juga ada pertimbangan lainnya, yaitu harga.

“Kalau pakai konsep yang dipamerkan pasti kan mahal. Biaya modifikasi saja Rp 100 juta. Karena itu, setelah dipelajari, versi sekarang yang kami pasarkan,” jelas Endro Nugroho.

Fitur khusus APV Luxury adalah gril radiator, bumper depan, dan lampu kabut. Wajah minivan ini pun mirip dengan van mewah Toyota Alphard.

Luxury menggunakan gril dengan garis-garis lebih banyak dan rapat. Permukaan gril tetap dilapisi krom. Tambahan lain adalah side body moulding yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan Arena. Di samping itu, ada juga kelengkapan side skirt. Perbedaan lainnya adalah motif dan ukuran velg serta ban yang digunakan.

Untuk velg digunakan alloy dengan dua pilihan, 15 dan 17 inci. Juga ada perbedaan pada ban yang digunakan. Untuk Luxury, dengan velg 15 inci, ukuran ban yang digunakan adalah 195/65R15. Adapun untuk velg 17 inci, ban yang digunakan 215/50R17.

Belakang & Interior
Di belakang, spoiler atasnya menggunakan desain baru dengan ukuran lebih besar. Tambahan lainnya muffler extension serta sensor parkir dan mundur. Alasan Suzuki menambahkan perlengkapan yang disebutkan terakhir adalah untuk memudahkan pemilik memarkirkan kendaraannya.

Untuk interior tidak ada perubahan. Hanya ada penambahan fitur, yaitu alarm dan keyless entry atau tidak perlu menggunakan kunci manual untuk membuka pintu.

Untuk jok, bagian tengah menggunakan model captain seat atau model split. Setiap jok, baik di depan, tengah, maupun belakang, dilengkapi dengan penahan kepala (headrest) dan tatakan tangan (armrest). Jok tengah bisa digeser, sedangkan sandarannya dapat diatur kemiringannya.

Untuk transmisi, ditawarkan manual dan otomatik dengan perbedaan harga Rp 11 juta. Mesin tak ada perubahan, yaitu 1,5 liter, DOHC, distributorless, sistem injeksi multipoint yang menghasilkan tenaga 105 PS @6.000 rpm dan torsi 125 Nm @3.000 rpm




Harimau Mobil Tercepat di Dunia



Inilah Harimau tercepat di dunia. Kemampuannya, mobil ini bisa berlari dengan kecepatan maksimum 300 km/jam. Sprint 0-100 km/jam hanya 3,5 detik, sementara 0-200 km/jam, 10,4 detik. Saat ini, Si Harimau lagi ‘mejeng’ di arena Geneve Motor Show 2009 dan cukup mendapatkan perhatian dari berbagai media otomotif di seluruh dunia. Maklum, Si Harimau adalah hasil karya terbaru kolaborasi antara rumah desain terkenal asal Italia, Italdesign Giugiaro, dan Frazer-Nash ahli teknologi hibrida dan elektronik dari Inggris.

Nama Arab
Nama asli Si Harimau adalah Giugiaro Namir. Menurut Italdesign, kata namir berasal dari Arab yang berarti harimau. Karena itulah, mobil ini dilabur dengan warna oranye terang. Hanya belang hitamnya tidak ada. Meski begitu, agar unsur warna hitam harimau tetap ada, Italdesign menghitamkan bagian tertentu. Misalnya, kaca depan, kaca pintu, velg, dan gril radiator. Dengan kondisi seperti itu, Italdesign dan Frazer-Nash mantap menamakannya Namir alias Harimau.

Untuk menarik banyak orang melirik supersport hibrida ini, Italdesign Giugiaro menghimpun sejumlah fitur dengan unsur elegan, kekar, agresif, tetapi garis-garis bodinya tetap lentur. Fitur lain dari coupe dua tempat duduk ini adalah teknologi canggih dan estetika.

“Teknologi canggihnya adalah sistem kelistrikan dan elektronik avant-garde yang dibungkus dengan kemasan agresif berupa desain bodi dengan penampilan agresif,” komentar Fabrizio Giugiaro, Wakil Presdir dan Direktur Style Italdesign yang juga adalah putra Giorgetto Giugiaro, pendiri Italdesign.

Dari sumber tenaga, Harimau hibrida ini agak berbeda dibandingkan dengan versi yang sudah ada. Sistem hibridanya terdiri dari mesin rotari endothermic 814 cc dan empat motor listrik. Dengan kombinasi tersebut, konsumsi bahan bakar supercar ini—menurut—39 km/liter. Irit banget! Tak lupa dicantumkan emisi karbon dioksidanya hanya 60 gram/km.

Sarang Lebah
Untuk menyelesaikan proyek Harimau hibrida ini, Frazer-Nash bertugas menentukan jenis bahan bakar yang digunakan, roda, dan sistem pemindah daya. Adapun para ahli dan perancang dari Italdesign "dieksploitasi" menciptakan interior, perencanaan, rekayasa, dan teknologi yang akan diaplikasikan.

Struktur Namir terdiri dari sasis monokok yang dipasang pada serat karbon dengan panel berstruktur sarang lebah. Dengan teknologi ini, bobot bodi hanya 110 kg. Meski begitu, kekuatannya tetap kokoh dan menjamin pengemudi dan penumpang di dalamnya aman bila terjadi tabrakan.

Untuk memindahkan tenaga roda, hibrida seri ini menggunakan sistem 4 x 4 dengan diferensial digital. Mesin rotari berbahan bakar bensin disandingkan dengan generator untuk mengisi baterai lithium-ion polymer. Dengan tambahan dua motor listrik yang dipasang di roda depan dan belakang, total tenaga yang dihasilkan 270 kW atau 370 PS.

Tangki bahan bakar berkapasitas 50 liter disatukan pada sasis yang berada di bawah jok penumpang. Dengan tangki berisi penuh, mobil ini bisa digunakan untuk menjelejah sejauh sejauh 2.000 km.

Peranti lunak yang digunakan pada mobil ini dapat mengatur pembagian tenaga pada penggerak mobil sesuai dengan kebutuhan, kondisi mengemudi, dan lingkungan. Tambahan lain dari mobil ini adalah ABS, cruise control, dan kontrol stabilitas.

Layar Sentuh
Bagian tengah yang membentuk huruf V dibuat dari serat karbon yang dicetak dalam satu potong. Komponen bodi lainnya yang dicat dengan warna oranye menggunakan aluminium.

Tambahan lain adalah panel surya yang ditugaskan sebagai sumber energi untuk mengatifkan AC di dalam mobil. Estetika mobil tampak ketika semua pintu ditutup: kaca memanjang dari kap mesin sampai ke belakang pengemudi dan kepala penumpang. Lantas, turun ke samping pintu yang membuka dengan gaya gunting.

Penampilan makin keren dengan velg OZ 20 inci, 245/40 di depan, 275/40 belakang dari Vredestein Ultrac Sessanta. Untuk penerangan, digunakan lampu bi-xenon. Adapun di belakang, lampu sein, belakang, dan rem semua tipe LED, berada dalam satu kotak. Namun, warnanya berbeda.

Untuk interior, Italdesign mengusung konsep minimalis. Tujuannya, untuk menciptakan kelegaan buat pengemudi dan penumpang. Sistem kontrol dan informasi yang ditayangkan pada tiga monitor sentuh merupakan hasil kreativitas dan keahlian Italdesign Giugiaro dengan kehebatan Frazer-Nash di bidang elektronik.

Tiga layar monitor sentuh dipasang di belakang setir heksagonal. Pada layar ini terdapat perintah atau tombol untuk infotainment, informasi GPS, hi-fi, AC, informasi teknis seperti pengisian baterai, jumlah bahan bakar, suhu interior, eksterior, dan pesan-pesan peringatan lainnya.

Ada fitur menarik lain pada interior. Untuk mengoperasikan cruise control, lampu eksterior, penghapus kaca, dan kaca spion, cukup dengan sentuhan ujung jari. Semua itu, membuat Harimau hasil kolaborasi Italia dan Inggris ini pantas dijuluki sebagai konsep supercar modern.



Spesipikasi:

Dimensi

Panjang : 4.560mm
Tinggi : 1.186 mm
Lebar : 1.972 mm
Celah terendah : 115 mm
Jarak sumbu roda : 2.630 mm

Ban
Ban depan : 245/40R20
Ban belakang : 275/40R20
Velg depan : 8,5 x 20
Velg belakang : 10 x 20
Berat : 1450 kg

Suzuki Satria Masa Depan

BARANGKALI Anda agak bingung melihat modifikasi motor ini. Apa aliran yang dianut? Jika dilirik dari depan berjarak lima meter, identitas motor itu Enggak jelas. Tinggal mesin yang bisa mencirikan merek dan jenis motor, itupun jika dilihat dari dekat.

Supaya enggak penasaran, basis motor itu adalah Suzuki Satria R120 2002 milik Amos Leonardo Saragih dari rumah modifikasi Amos Leonardo Design Yogyakarta. Ia memberi tema karyanya itu motor futuristik atau masa depan.

"Aku sengaja menyuguhkan konsep berbeda. Kemudinya menggunakan sistem kerja gear yang bergerak dengan didorong maju mundur, kemudian diteruskan kabel kopling mobil sebagai penggerak roda depan," kata Amos.

Jika hendak membelok ke kiri, setang kanan diturunkan, maka gir kecil yang dipasang pada pangkal setang akan berputar dan mendorong gir besar. Karena mendapat dorongan, gir besar berputar berlawanan arah dengan gir pendorong (setang kiri). Secara spontan akan memberikan dorongan balik pada gir kecil di pangkal setang kanan.

Konsep ini, menurut Amos, akan disempurnakan lantaran masih banyak kekurangan. Bahan setang dinilai kurang besar dan kurang lebar. Perputaran gir di bagian ini juga kurang empuk. "Awalnya dibikin setang model tunggangan Batman. Karena waktunya mepet (mau ikut kontes modif Suzuki), jadinya ya kayak gini," katanya.

Selain bodi, kerangka juga mengalami perubahan dengan menggunakan pipa berdiameter 1 inci, termasuk kaki-kaki depan maupun belakang. Sementara sistem lengan ayun mengaplikasi model tunggal dan belakang ala ori-arm. Baik bentuk dan desainnya merupakan karya sendiri. Hanya, bentuk tangki dan bodi yang besar serta tebal tidak serasi dengan model suspensi depan.

Sesuai pengakuan Amos, Suzuki Satrianya masih belum sempurna dan akan dikembangkan lagi.



Low Rider Extreme from Suzuki Skywave



Umumnya, modifikasi low rider didominasai dua merek, yakni, kalau enggak Yamaha Mio, ya Honda Vario. Nih, sekarang ada Suzuki Skywave 125 buatan 2008 yang digarap rumah modifikasi X-16 Motor Bike. Karya rumah modifikasi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, itu punya keistimewaan tersendiri di beberapa bagian.

Paling nyata pada ban. Ring asli 16 inci diubah jadi 17 inci yang dibalut ban ukuran 200/50 profil tipis. “Tadinya hanya mau pakai ring 16 seperti aslinya. Namun, agak susah di ban, maka diakali pakai ring 17,” ungkap Johanes Hanafi, sang modifikator. Keuntungan yang dipetik, ketinggian motor tidak berubah banyak.

Namun, penggarapannya tidak segampang membalikkan telapak tangan. Dengan lebar telapak ban belakang 8 inci membuat posisi mesin harus bergeser sejauh 6 mm. Jarak itu didapat setelah diukur center antara roda, mesin, dan bodi motor bagian depan.

Mundurnya dapur pacu tentu diikuti dengan sumbu roda. “Caranya, pakai undur-undur 20 cm, tapi harus benar-benar kuat karena desain Skywave beda dengan Mio atau Vario,” papar Johanes. Untuk memenuhi tuntutan itu, undur-undur dirancang model kotak pakai pelat 2 mm persis sama dengan mobil. Untuk penempatan posisi disc brake belakang dan baut roda dikasih adaptor. “Tidak terlalu tebal, hanya 8 mm,” ungkap Johanes.

Untuk velg belakang, Johanes memakai punya variasi BMW sekalian dengan baut rodanya (5 buah) yang tidak tampak karena tertutup dop roda. Beda ketika menggarap roda depan yang banyak ubahannya. Paling jelas dalam desain palang yang sama antara kiri dan kanan. “Menghabiskan dua velg dan yang diambil palangnya,” tegas pria yang bangga dengan roda ekstrem ini.

Hanya itu keistimewaan karya Johanes? Masih ada lagi. Lirik knalpot, juga pakai asli buat mobil. Pertimbangannya, untuk mengimbangi roda belakang yang lebar itu.

Kemudian intip posisi shockbreaker belakang. Tidak rebah seperti kebanyakan aliran low rider, pada Skywave ini justru tegak dan monoshock. Pilihan Johanes pada YSS untuk Satria F-150. “Itu lebih pas karena ukuran atau panjangnya pas dengan kondisi Skywave sekarang,” urai Johanes.

Pada setang terpasang spidometer imut dan varian terbaru dari merek Koso. Meski bentuknya kecil, tetapi indikatornya lengkap. Ada penunjuk bensin, putaran mesin, odometer, dan lainnya.





Yaris Groovy 2009 Makin Oke



Setelah kompetitornya berdandan, bahkan ada yang tampil dengan wajah total baru, tahun ini Toyota hanya berusaha menampilkan Yaris dengan sedikit perubahan atau “minor change”. Meski begitu, perubahan eksterior, terutama wajah depannya, cukup membuat penampilan si “Groovy” ini makin trendy. Lebih segar dan dinamis!

Gril & Bumper. Perubahan yang dilakukan pada setiap varian Yaris Groovy 2009, yang terdiri dari tipe J (standar), E (sedang) dan S (sport) atau paling mewah berbeda-beda. Di depan, bagian yang sama dari ketiga varian adalah bentuk gril dan bumper.

Perbedaan tampak pada spoiler antara tipe S dengan E dan J. Tipe S dilengkapi spoiler (bibir) di bawah bumper bagian tengah, sedangkan tipe Edan J, tidak ada.

Di bawah lampu kabut, ditambahkan aero mudguard untuk seluruh tipe. Namun bentuk untuk tipe S dengan E dan J berbeda. Perbedaan lain, pada tipe S dilengkapi dengan lampu kabut plus covergarnish. Sedangkan J dan E tanpa lampu kabut. yang diberi

Gril tampil dengan struktur sarang lebah. Sedangkan bumper di bawahnya, berupa garis harisontal. Kombinasi antara gril baru dan bumper ini, membuat penampilan Yaris lebih dinamis dibanding versi sebelumnya.

Untuk lampu depan, perubahan sangat kecil. Sekilas, tak bisa dibedakan antara versi lama dengan baru. Menurut Toyota yang berbeda adalah ukuran permukaan lampu.

Belakang. Di belakang perubahan dilakukan pada desain bumper dan tempat nomor polisi. Bagian yang disebutkan terakhir, ukurannya lebih besar dari Yaris lama dan membentuk huruf “V”. Untuk tipe S, spoiler belakang dibuat lebih tajam. Sedangkan pada tipe E ada tambahan aeromudguard.

Lampu belakang sedikit mengalami perubahan sedikit desain kendati bentuk dasarnya sama. Lensa kuning untuk lampu sinyal dibuat lebih tegas. Untuk lampu stop, digunakan LED multireflektor.

Pelek alloy yang digunakan sekarang ini, menggunakan model 8 palang (sebelumnya 5). Perubahan lain disesuaikan dengan variannya. Untuk S, kaca spion luar dilengkapi dengan lampun sein yang makin tren sekarang ini.

Interior. Pada interior perubahan hanya pada panel dan warna tempat tongkat persneling. Versi baru, tampil dengan gaya silver yang lebih cerah. Sedangkan untuk varian S menggunakan silver titanium. Setirnya dilengkapi dengan beberapa tombol tambahan untuk mengatur audio. Fitur ini membuat tipe S makin mewah!

Juga dilakukan perubahan warna dan corak pada jok dan trim interior. Tambahan lain, sesuai dengan target pemakainya, yang mereka kalangan muda, disediakan interface untuk menghubungkan iPod ke audio pada mobil.

Mesin. Untuk mesin tak mengalami perubahan dan tetap sama dengan versi sebelumnya. Menurut Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM, Toyota menilai performa mesin sekarang ini sudah maksimal.

Menarik juga, mesin ini menurut Toyota bisa menggunakan bahan bakar etanol E20 atau bensin dengan kadar campuran etanol 20%.

Juga dijelaskan pula, perubahan pada Yaris, terutama aksesorinya merupakan hasil rancangan tim desainer Toyota plus pemenang lomba desain Toyota tahun lalu. Menurut Johnny Darmawan, meski Yaris tidak dibuat di Indonesia, namun desain aksesori terpaksa dibuat di Indonesia.

“Ternyata di kawasan Asean, selera orang Indonesia paling tinggi,” katanya. Karena itulah aksesori New Yaris ini juga dipasarkan ke negara-ngara Asean.

Khusus untuk tipe S adalagi tambahan yang membuatnya makin menyenangkan dan gaya, yaitu smart entry atau keyless untuk transmisi otomatik. Dan tentu saja, pemilik Yaris paling wah ini makin gaya, karena untuk menghidupkan dan mematikan mesin dapa dilakukan dengan tombol.

Dimensi
Item

Panjang x Lebar x Tinggi (mm)
3.750 x 1.695 x 1.520

Jarak sumbu roda (mm)

2.460
Mesin
Tipe
4 silinder, segaris,
16 katup, DOHC, VVT-i
Kapasitas
1.497 cc
Diameter x langkah
75,0 x 84,7 mm
Daya maks.
109PS @6.000 rpm
Torsi maks.
14,4 kg-m @4.200 rpm

Perbedaan fitur pada Yaris berdasarkan tipe


Tipe

J (standar)
E (sedang)
S (mewah)
Transmisi
Manual 5 kecepatan

Automatik 4 kecepatan, Super ECT
Sistem rem: Depan
Cakram
Cakram berventilasi, ABS, EBD, BA

Belakang

Teromol
Teromol ABS, EBD, BA
Cakram, ABS, EBD, BA
Ban
185/60R15
Dual airbag
-
Ada
Ada
Keyless
-
-
Ada

Kamis

Modifikasi Brabus SLR Roadster


modifikasi merupakan basic kegiatan yang slalu dilakukan oleh Brabus. Rumah modifikasi asal negara Bavarian tersebut seakan tidak pernah berhenti menghasilkan desain-desain terbarunya, khususnya dalam modifikasi mobil dari salah satu pabrikan otomotif ternama dunia, Mercedes Benz. Baru-baru ini Brabus luncurkan varian modif Mercedes Benz dari keluarga SLR yang tampil dengan warna oranye.

Untuk ukuran standardnya mobil ini terbilang cukup maksimal. Seperti penerapan kedua pintu model gull wing serta atapnya yang mampu dibuka tutup. Brabus memang sangat mengejar tampilan di sektor warna yang ingin dirancang dengan sangat mencolok.

Seluruh body mobil dicat warna oranye, dengan konsep warna dari mother of pearl orange, spoiler depan berbahan karbon fiber dari Brabus, begitu pula dengan diffuser belakang, maupun ventilasi udaranya. Pada bagian kaki-kaki, mobil ini menerapkan pemakaian velg ring 20 inchi Brabus Monoblock VI Platinum Edition.

Sedangkan pada bagian interiornya dirombak total, di bagian dalam kabin mobil ini disesuaikan dengan eksteriornya yaitu dengan penerapan warna merah. Hal ini terlihat dari pengaplikasian warna merah pada fitur-fitur berbahan karbon fiber, speedometer warna merah, karpet yang sudah berbahan kulit, 2-zone climate control, ataupun penerapan audionya yang sudah memakai audio 30 APS..

Lalu untuk bagian mesin mobil ini menggunakan mesin V8 yang mampu menghasilkan tenaga mobil hingga 616 hp. Untuk 0 sampai 60 mph dapat dilalui dalam waktu 3,8 detik dan top speednya menyentuh angka 206 mph. Mengenai harga dari mobil ini yaitu berkisar € 650.751,50.




Minggu

Yamaha Vino

Yamaha's success saling automatic bike in Indonesia influenced other manufacturer to sale the same bike type. After Yamaha Nouvo, Yamaha launch Yamaha Mio which has won Indonesian market and forced Honda and Suzuki to take a role in this class. Honda launched Honda Vario and Suzuki lauched Suzuki Spin and Skywave to compete Yamaha Mio. Then, Yamaha launch Mio Soul and we hear some rumors in recent days that Yamaha will bring their retro bike to Indonesia, Yamaha Vino. People call it Yamaha Mio Vino, yups .. it could be a retro style of Yamaha Mio, not like it's original Vino which has only 50CC capacity, but 125CC.



Well,.. let's pay attention to the following specs:



Handling Panel of Yamaha Mio Vino



Yamaha Vino Front View



Yamaha Vino's "Buttock"


Yamaha Vino Bagage

Automatic Honda Beat

After releasing a new type of sport bike named Honda CS1 (City Sport) about 2 monts ago, Honda plan to release a new type of automatic bike. The name of this newest automatic variant which sold in Indonesia is Honda Beat. It seems not so different compared to the former type, Vario. There still many characteristic features of Vario which sill implemented with this new type, such Side Stand Switch and Parking Brake Lock. In Thailand, this variant named with Icon.

Physically, the appearance is almost the same with Honda Icon. It also used 108 CC 4 stroke engine with CVT transmision. The available colours choice are Fusion Blue, Hip Hip Orange, Pop Pink, Hard Rock Black, Techno White, and Electro Red.

‘Alieans’ Scooter at Suzuki’s Booth



Two ’strange’ automatic scooter on Suzuki’s booth on Jakarta Motorcycle Show have really cached visitors’ attention. The two strange scooter, named SD-01 and SD-02, have unique and futuristic design. There’re only limited information about the ‘aliens’. Yamaguchi, Suzuki’s 2 wheels promotion manager, only mention that these bikes are transformation of the former one, Suzuki Spin. These bikes also have already brought to public on the Bangkok International Motor Show last April. Will this bikes sold to public market? I’m not sure,.. it’s just a concept bikes I think.

Yamaha’s Automatic Future Concepts

Similar to Suzuki and Kanzen, Yamaha also tries to catch peoples’ eyes with something mysterious. Being a manufacturer who succeed to build skutik (automatic bike) trend in Indonesia, Yamaha bring it’s future skutik concept in the Jakarta Motorcycle Show. The name of the concept bike is S3+, stand for ‘Sharp, Sporty, and Stylish‘. Although this prototype has been shown to public, it doesn’t mean that this bike will be sold to the market. There still many components that are very expensive so that causing it will not economic enaough to be mass produced.


There have not any specifications published. But, auto media guest that this bike is an electrical bike, because it does not have any exhaust muffler. Will the next Yamaha Mio Soul seems like this bike? No body knows…

Modification Yamaha RX King

This Yamaha RX King could be rather old, but we can't see it's old any more after some modification and airbrushing on it. The body itself is still origin, the owner of the motorcycle, M Yunus - Bekasi, only give it full body airbrush so that it became center of people attention. The airbrushing done in Anugrah Motor workshop in Kalimalang.

Modification Mio from Oracle Modification Concept

Here is one more idea for modifying you Yamaha Mio. It comes from Ali Wardana, the owner of Oracle Modification Concepts in Jakarta.



From left side view, front lamp:Nouva, rear lamp: Honda CBR, body custom, Mio CW Cas Wheel from Malaysia, TDR exhaust, and Double RPM.



Front shield burberry coated, Piagio windshiel.


Front view, beautiful!



Psst,… don't let anyone knows. It's engine has already bore up to 155cc. Ali says that it can run untill 140 km/hr. Ck ck ck … Thanks, Ali .. for this idea. You can submit your later concept to me to be listed here.

Ones want to modify like Mio above, you can contact Ali Wardana at :

OMC (Oracle Modification Concept)
http://www.aliwardana.blogspot.com/
Jl. Harapan Mulia XI No. 9
Cempaka Putih Utara
Jakarta Pusat
021-70755444 / 021-68955054